HANKAM

Mari Ki Cegah Covid-19 Kalau Disayangngi Keluarga Ta Tetap Ki Tinggal Di Rumah

Sabtu, 28 Maret 2020 21:08
Penulis : Beny Adrian
Mari Ki Cegah Covid-19 Kalau Disayangngi Keluarga Ta Tetap Ki Tinggal Di Rumah

Spanduk Koopsau II dalam bahasa Bugis dan Makassar. Sumber: IG Koospau II

Angkasa.news – Kajian sosio-antropologi sudah membuktikan dan mengajarkan kepada kita soal ampuhnya pendekatan budaya dalam menyosialisasikan sebuah program. 


Langkah itu pula yang coba diambil Komando Operasi TNI AU II (Koopsau II) dalam mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah merebaknya virus corona (Covid-19). Koopsau II membuat spanduk berisi ajakan yang disampaikan menggunakan bahasa ibu. Markas Koopsau II berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Hal itu terlihat dari penggunaan bahasa daerah yang digunakan Koopsau II untuk menyampaikan pesan global yang dikeluarkan oleh WHO ini. Langkah ini terlihat di akun Instagram @pen_koopsau2. 

Melalui spanduk besar itu, Pangkoopsau II Marsda TNI Donny Ermawan mengajak seluruh masyarakat di Sulawesi Selatan khususnya untuk bersama-sama membantu pemerintah dengan mengikuti imbauan pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tetap tinggal di rumah.

Menurut Marsda Donny, ajakan ini sengaja dikeluarkan dalam bahasa lokal. “Supaya dengan mudah dimengerti masyarakat, kami gunakan bahasa lokal yaitu Bugis dan Makassar,” jelasnya.

Mariki cegah Covid 19, kalau disayangngi keluarga ta, tetap ki tinggal di rumah, onroki' ribolae, mantangki' riballa. Spanduk ini terpapang di depan kantor Markas Koopsau II.

Pangkoopsau II menjelaskan bahwa ajakan menggunakan bahasa daerah ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan Koopsau II melihat banyaknya warga yang tidak peduli. 

“Setelah sekian hari diimbau pemerintah dan MUI untuk tinggal di rumah, hasilnya masih jauh dari yang kita harapkan, dapat dilihat dari masih banyaknya masyarakat keluar rumah,” jelas Donny. 

Atas kondisi itulah, Koopsau II mencoba membuat langkah pendekatan budaya.

“Perlu dilakukan ajakan dengan bahasa ibu agar menyentuh hati masyarakat sehingga timbul kesadaran sendiri untuk tetap berada di rumah sampai keadaan dinyatakan pulih kembali,” imbuh Marsda TNI Donny Ermawan.



Komentar