BISNIS

RUPS Tahunan, GMF Tetapkan I Wayan Susena sebagai Dirut dan Pendapatan Tumbuh 10,5%

Rabu, 03 Juni 2020 21:50
Penulis : Beny Adrian
RUPS Tahunan, GMF Tetapkan I Wayan Susena sebagai Dirut dan Pendapatan Tumbuh 10,5%

GMF gelar RUPS. Sumber: GMF

Angkasa.news - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 3 Juni 2020 di Garuda City Center Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.


RUPST GMF memutuskan tujuh agenda rapat yaitu, Persetujuan Laporan Tahunan 2019, Penetapan Remunerasi 2020 bagi Direksi dan Dewan Komisaris, Penunjukan Kantor Akuntan Publik tahun buku 2020, Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk melaksanakan Peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor Perseroan dalam rangka pelaksanaan Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP), Laporan penggunaan dana Penawaran Umum Saham Perdana, Pengukuhan Pemberlakuan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Repulik Indonesia Nomor Per-08/Mbu/12/2019 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara, dan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan. 

Mempertimbangkan kondisi terkini terkait pandemi Virus Corona serta sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, RUPST diselenggarakan dengan metode efektif dan efisien tanpa mengurangi keabsahan penyelenggaraan Rapat.

Kehadiran Pemegang Saham dioptimalkan dengan pemberian kuasa baik secara konvensional melalui situs web Perseroan maupun e-proxy Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dengan penerapan metode RUPS tersebut kehadiran pemegang saham kuorum sejumlah 90%. 

Dalam laporan tahunan perseroan, GMFI berhasil meraih pendapatan bersih 519,48 juta dolar AS sepanjang 2019, yang berarti mengalami pertumbuhan 10,5% dari pendapatan usaha di tahun 2018.

Pendapatan usaha yang datang dari luar grup meningkat 3,1% Year on Year (YoY) terutama di area airframe maintenance. Untuk memperluas ekspansi volume bisnis di sektor tersebut, GMF bekerjasama dengan PT Indopelita Aircraft Services dalam hal penambahan kapasitas hangar baru.

GMF juga berhasil mewujudkan international footprint pertama yakni pembukaan branch office di Australia. VP Corporate Secretary & Legal, Maryati menyampaikan, selain menambah kapasitas hangar, GMF terus berupaya menambah sertifikasi dan approval.

“Hal ini penting guna menguatkan GMF sebagai perusahaan perawatan pesawat yang patuh dan mampu memenuhi standar yang ditetapkan”, ujar Maryati. GMF juga mencatatkan prestasi sebagai top 9 Airframe MRO in the world pada 2019 yang diberikan majalah Aviation Week

Pada perspektif operasional, GMFI berhasil memenuhi ekspektasi pelanggan sehingga mencapai target Customer Satisfaction Index (CSI) yang dibuktikan dengan meningkatnya share of wallet dari kastomer internasional.

Selain itu, aspek kesiapan pegawai (Employee Readiness) juga berhasil memenuhi target yaitu 97,5% dari target 95,0%. Pencapaian Compliance Index GMF juga dikategorikan baik (99,6%) sejalan dengan usaha peningkatan implementasi GCG, internal audit, dan keberjalanan program safety & quality.

RUPST GMF juga memutuskan untuk memberikan kuasa dan pelimpahan kewenangan dalam menetapkan besaran gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya bagi dewan komisaris  dan direksi.

Pemegang saham yang hadir juga menyetujui pemberian kuasa dan pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Independen dalam melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2020 serta melaksanakan peningkatan modal disetor yang ditempatkan dalam rangka pelaksanaan program MESOP.

GMFI melaporkan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana yang didapatkan pada Oktober 2017 silam. Dalam pelaksanaan IPO, GMF meraih dana sebesar Rp 1,1 triliun dengan komposisi penggunaan 60% untuk investasi, 25% untuk modal kerja dan 15% untuk refinancing. Maryati menjelaskan bahwa saat ini keseluruhan dana yang dialokasikan telah habis digunakan.

“Penggunaan ini telah Perseroan laporkan per 15 Juli 2019,“ kata Maryati.

Sebagai salah satu anak usaha BUMN, GMF juga menetapkan pedoman umum pelaksanaan pengadaan barang dan jasa sesuai pengukuhan pemberlakuan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-08/MBU/12/2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN. 

Pada mata acara terakhir, pemegang saham menyetujui susunan pengurus Perseroan yang baru.

I Wayan Susena ditunjuk menjadi Direktur Utama GMF menggantikan Tazar Marta Kurniawan yang diberhentikan secara hormat. Sebelum ditunjuk menjadi Direktur Utama, Wayan menjabat sebagai Direktur Bisnis dan Base Operation di GMF sejak Agustus 2019.

Wayan menambahkan bahwa dirinya akan menyiapkan strategi untuk menghadapi new normal dengan memaksimalkan pemulihan core bisnis aviasi serta terus melakukan penetrasi bisnis di bidang non-aviasi.

Wayan menyampaikan bahwa GMF berkomitmen untuk tetap menjaga pelayanan terbaiknya selama masa pandemi guna mendukung operasional customer.

“Bagaimanapun perkembangan kondisi pandemi, GMF tetap berupaya menjaga bisnis untuk berjalan, jika nanti pesawat dibutuhkan untuk terbang, pesawat yang ada di hangar akan selalu kami siapkan untuk mengudara kembali," ungkapnya.

Berikut susunan pengurus Perseroan berdasarkan keputusan RUPST PT GMF AeroAsia Tbk. 

Komisaris Utama: Rahmat Hanafi 
Anggota Dewan Komisaris: Maria Kristi Endah Murni
Komisaris Independen: Gatot Sulistiantoro Dewa Broto
Komisaris Independen: Ali Gunawan
Komisaris Independen: Bobby Rasyidin

Direktur Utama: I Wayan Susena
Direktur: Andi Fahrurrozi 
Direktur: Erman Noor Adi
Direktur: Pudjo Sarwoko
Direktur: Edward Okky Avianto



Komentar