BISNIS

Persiapkan Kesiagaan Bencana, Lion Air Group Gelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat

Senin, 12 Agustus 2019 18:00
Penulis : Remigius Septian
Persiapkan Kesiagaan Bencana, Lion Air Group Gelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat

Salah satu skenario yang dilakukan dalam latihan adalah penanganan korban bencana. Sumber: Lion Air Group

Angkasa.news Lion Air, Wings Air, dan Batik Air menggelar pelatihan penanggulangan tanggap darurat secara serentak. Pelatihan ini dilaksanakan di tiga kota, yaitu Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar; Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu; dan Bandara Udara Sultan Babullah, Ternate.

Tempat-tempat tersebut dipilih lantaran berdasarkan data Lion Group memiliki potensi rawan bencana yang paling tinggi. Sebagai informasi, ketiga kota tersebut termasuk zona cincin api yang rentan terhadap gempa bumi.

Rangkaian kegiatan latihan melibatkan 20 personel dari berbagai divisi Batik Air, Lion Air, dan Wings Air bersama pihak terkait lainnya. Latihan penanggulangan tanggap darurat dihadiri dan disaksikan juga oleh Kepala Bandara. Dalam latihan kali ini Batik Air berperan sebagai Koordinator latihan.


Kegiatan ini merupakan latihan terpadu yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan yang bertujuan untuk menguji fungsi komunikasi, komando dan koordinasi antar pemangku kepentingan sesuai Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat.

Emergency Response Plan Exercise kali ini memiliki skenario gempa bumi. Ketika ada gempa terjadi, petugas keamanan (aviation security) memberitahukan kepada seluruh karyawan Lion Air Group yang bertugas di area sisi udara (airside) dan di kawasan terminal untuk mengikuti jalur evakuasi dan segera menuju ke titk kumpul.

Setelah semua berada di titik kumpul, Kepala Pusat Operasional (Station Manager) Lion Air Group melakukan pengecekan ke seluruh karyawan, guna memastikan semua sudah berada di titik kumpul sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait antara lain jajaran manajemen Lion Air Group, Integrated Operation Control Center (IOCC), pengelola bandar udara, otoritas bandar udara, rumah sakit, hotel, lembaga penanggulangan bencana dan lainnya.

Saat gempa terjadi maka pengelola bandar udara menetapkan bahwa status bandara ditutup. Simulasi berakhir ketika pihak bandar udara menetapkan status bandara dibuka kembali dan dapat melanjutkan kegiatan operasional penerbangan.

Seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Dalam kegiatan ini para peserta simulasi mendapatkan ilmu, kemampuan dan keterampilan mulai dari ketentuan koordinasi antarpersonal, antardivisi dan pihak luar yang terkait prosedur jika terjadi bencana.

Lion Air Group rutin melakukan simulasi Emergency Response Plan Exercise dalam fokus utama penyegaran kembali guna menambah tingkat kesadaran setiap karyawan terhadap keselamatan dan keamanan keadaan darurat.



Komentar