BISNIS

Maskapai Rusia Merugi 25,2 Juta Dolar Sejak Virus Corona Merebak di China

Rabu, 12 Februari 2020 20:00
Penulis : Beny Adrian
Maskapai Rusia Merugi 25,2 Juta Dolar Sejak Virus Corona Merebak di China

Sumber: TASS

Angkasa.news – Di antara dampak ekonomi yang dirasakan maskapai Rusia sejak merebaknya virus corona di Wuhan China, adalah penangguhan semua penerbangan dari wilayah Rusia ke China khussusnya Wuhan.

Keputusan yang diambil Rusia dan hampir seluruh negara, seperti dikutip TASS, adalah untuk meminimalkan risiko penyebaran virus corona.

Menurut Wakil Menteri Transportasi Rusia Alexander Yurchik pada Selasa (11/2), kerugian yang diderita maskapai nasionalnya karena penangguhan penerbangan ke China mencapai 1,6 miliar rubel (25,2 juta dolar AS).

"Ini adalah perhitungan oleh Kementerian Transportasi bersama maskapai," katanya, menjawab pertanyaan apakah volume kompensasi benar-benar dapat mencapai 1,6 miliar rubel.

"Sekarang ada diskusi dengan blok keuangan dan ekonomi pemerintah, karena sulit menentukan bagaimana menghitung kerugian," katanya.

"Dari sudut pandang kami, kerugian disebabkan oleh fakta bahwa pesawat tidak digunakan karena penerbangan dihentikan tiba-tiba. Tetapi Departemen Keuangan tidak setuju, karena sebuah maskapai penerbangan dapat menggunakan pesawat untuk penerbangan lain. Itu pasti, tetapi saat ini sedang low season, dan kedua, akan butuh satu setengah sampai dua bulan untuk mengatur penggunaan pesawat di tujuan lain," katanya.

Hanya Aeroflot dan empat maskapai China yang mengoperasikan penerbangan Sheremetyevo ke China. Semua penerbangan ke Cina hanya dilayani di terminal F.

Sebelum virus corona, maskapai Rusia mengoperasikan sekitar 150 penerbangan ke China per minggu. Sebaliknya maskapai China melakukan sekitar 40 penerbangan per minggu.

Hingga 1 Februari, maskapai Iraero, Aurora, Yakutia, Ural Airlines, dan Siberia (S7 Airlines) yang melakukan penerbangan langsung Moskow - China bersama dengan Aeroflot.



Komentar