BISNIS

Maskapai Bertumbangan, Giliran EasyJet Kandangkan Semua Pesawat Karena Virus Corona

Senin, 30 Maret 2020 20:40
Penulis : Beny Adrian
Maskapai Bertumbangan, Giliran EasyJet Kandangkan Semua Pesawat Karena Virus Corona

Maskapai EasyJet. Sumber: net

Angkasa.news - Pengumuman EasyJet menambah panjang daftar maskapai yang mengandangkan armadanya setelah penurunan drastis jumlah penumpang dan pembatasan perjalanan sejak merebaknya virus corona. 


EasyJet berbasis di Inggris mengumumkan pada 30 Maret bahwa mereka akan menghentikan semua penerbangan sebagai impak dari pandemi Covid-19. 

Maskapai murah ini telah memotong hingga 75 persen penerbangan pada 16 Maret, meskipun sempat mengatakan akan mempertahankan dukungannya untuk membantu memulangkan warga yang terlantar. 

"Sebagai akibat dari pembatasan perjalanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menanggapi pandemi virus corona dan pelaksanaan penguncian nasional di banyak negara Eropa, EasyJet, hari ini, sepenuhnya mengandangkan seluruh armada pesawatnya,” bunyi pernyataan EasyJet.

Selama beberapa hari terakhir EasyJet telah membantu memulangkan warga Inggris, setelah mengoperasikan lebih dari 650 penerbangan penyelamatan hingga saat ini, mengembalikan lebih dari 45.000 warga ke rumahnya. 

Penerbangan penyelamatan terakhir dioperasikan pada Minggu (29/3). 

Pihak maskapai tidak mengatakan kapan akan memulai kembali layanan penerbangan.

Ditambahkan bahwa perusahaan dan Unite the Union telah secara kolaboratif mencapai kesepakatan tentang pengaturan cuti awak kabin. 

Perjanjian akan mulai berlaku pada 1 April dan akan berlangsung selama dua bulan. Awak kabin akan dibayar 80 persen dari upah rata-rata melalui skema retensi pekerjaan pemerintah.

Sementara itu pemegang saham terbesar EasyJet, Sir Stelios, dilaporkan menuntut agar perusahaan membatalkan nilai 4,5 miliar poundsterling.

Sementara pemegang saham terbesar EasyJet, Sir Stelios, dilaporkan menuntut perusahaan membatalkan pesawat senilai 4,5 miliar poundsterling dari Airbus untuk menghindari pinjaman pemerintah.

EasyJet telah menulis surat kepada semua 9.000 stafnya berbasis di Inggris, mencakup 4.000 awak kabin, sementara Virgin Atlantic akan menulis kepada sekitar 4.000 karyawan mulai Senin (30 Maret), memprioritaskan mereka yang memiliki keterampilan dan keterampilan yang dibutuhkan.

Maskapai yang telah menangguhkan sebagian besar penerbangan adalah EasyJet, Ryanair, Virgin Atlantic, IAG, Loganair, Lufthansa, KLM Royal Dutch Airlines, dan Norwegian Air. 

KLM dan Norwegian Air telah mengumumkan PHK ribuan staf. Kepala Loganair baru-baru ini mengatakan kepada BBC bahwa maskapai mana pun yang mengatakan itu bisa bertahan tanpa bantuan pemerintah, mungkin berbohong.



Komentar