BISNIS

Lionair yang Bukan Lion Air

Senin, 30 Maret 2020 12:00
Penulis : Remi
Lionair yang Bukan Lion Air

Sumber: reporter.am

Angkasa.news - Sejak kemarin, Minggu (29/3/2020) beredar luas berita yang menyebut bahwa sebuah maskapai Filipina bernama Lionair jatuh di kawasan Bandara Ninoy Aquino Manila. Sejak berita itu muncul, banyak yang mengaitkannya dengan Lion Air, maskapai penerbangan asal Indonesia.

Padahal sejatinya, Lionair, atau yang memiliki nama resmi Lionair Inc tidak ada sangkut pautnya dengan maskapai Lion Air yang berada di bawah bendera Lion  Air Group. Menurut laman resmi Lionair Inc, maskapai tersebut telah beroperasi sejak 2011 lalu dan berfokus pada pelayanan charter pesawat.

Lion Air sendiri sampai harus memberikan klarifikasi terkait kecelakaan itu. Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communication Strategic of Lion Air Group menyampaikan bahwa sampai saat ini Lion Air dan seluruh maskapai di kelompok bisnisnya tidak beroperasi di Filipina. 


"Baik secara berjadwal atau sewa tertentu (charter)," jelasnya dalam sebuah keterangan resmi, Senin (30/3/2020).

Pesawat yang terbakar hingga menewaskan 8 penumpangnya itu berjenis Westwind II. Sempat beredar kabar juga yang menyebutkan bahwa Lionair merupakan lini bisnis Lion Group yang berfokus pada penyewaan pesawat. Lion Air memang memiliki lini bisnis penyewaan pesawat pribadi yang bernama Lion Bizjet, namun tidak memiliki pesawat buatan Israel itu. 

Hingga saat ini, Lion Bizjet hanya memiliki dua unit Hawker Beechcraft 900XP dan helikopter EC 135. Sedangkan Lionair Inc yang bermarkas di Kota Pasay, Manila memiliki setidaknya 5 jenis pesawat, antara lain Westwind I dan II, Cessna Citation 500, Kingair B200, serta LET 410 UVO. Di samping itu, maskapai tersebut juga memiliki setidaknya 10 helikopter Robinson R44.

Dalam kecelakaan nahas itu, pesawat Westwind II sedianya akan bertolak menuju bandara Haneda Tokyo untuk misi evakuasi medis. Pesawat terbakar begitu sesaat setelah meninggalkan landasan dan jatuh di ujung landas pacu. Sembilan orang di dalam pesawat tersebut dinyatakan wafat di tempat. Kesembilan orang itu terdiri dari 1 orang pilot, 1 kopilot, 1 pasien, 1 pendamping pasien, 1 dokter, 2 perawat, 1 mekanik, dan 1 orang siswa lulusan sekolah penerbangan Filipina.

 



Komentar