BISNIS

Kecakapan Pilot Dijadikan Faktor Utama Jatuhnya B737-800 FlyDubai Tahun 2016

Rabu, 27 November 2019 10:05
Penulis : Beny Adrian
Kecakapan Pilot Dijadikan Faktor Utama Jatuhnya B737-800 FlyDubai Tahun 2016

Pesawat FlyDubai hancur saat jatuh di Rostov-on-Don pada 2016. Sumber: TASS

Angkasa.news - Pada 19 Maret 2016, pesawat Boeing 737-800 milik maskapai FlyDubai dari Uni Emirat Arab jatuh di dekat landasan pacu di bandara tujuan. Kecelakaan itu menyisakan pesawat hancur berkeping-keping.

Kesalahan pilot menjadi faktor utama yang menyebabkan jatuhnya B737 FlyDubai di Rostov-on-Don tahun 2016. Hal itu disampaikan Komite Penerbangan Antar Negara (IAC) dalam sebuah laporan seperti dikutip TASS (26/11).

IAC menyalahkan kecelakaan sebagai akibat dari kombinasi faktor-faktor, dengan paling mungkin adalah turbulensi, stres, masalah psikologis yang dialami pilot (termasuk ketidaksiapan memasuki pola holding), kurangnya koordinasi kru, serta kurangya keterampilan dan kompetensi yang tidak memadai.

“Pada saat kecelakaan, kru telah menghabiskan enam jam di udara, termasuk dua jam dalam situasi tegang yang mengharuskan pengambilan keputusan yang tepat. Kecelakaan terjadi pada waktu yang paling tidak menguntungkan dari sudut pandang bioritme, ketika kemampuan kerja tubuh manusia pada saat terendah dan risiko kesalahan melonjak,” jelas IAC.

Pada 19 Maret 2016, B737-800 maskapai FlyDubai Uni Emirat Arab dengan nomor registrasi A6-FDN (penerbangan FZ-981 dari Dubai ke Rostov-on-Don), jatuh dekat landasan pacu di bandara tujuan.

Kesemua 62 orang di dalamnya yaitu 55 penumpang (44 warga Rusia) dan tujuh awak pesawat, tewas dalam kecelakaan itu.

Pesawat dilaporkan berusaha mendarat pada kondisi visibilitas yang buruk dan angin bertiup kencang.



Komentar