BISNIS

Garuda, Sriwijaya, dan Lion Air Cs Terbukti Lakukan Kartel Tiket

Senin, 29 Juni 2020 11:00
Penulis : Remi
Garuda, Sriwijaya, dan Lion Air Cs Terbukti Lakukan Kartel Tiket

Sumber:

Angkasa.news - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan ada 7 maskapai yang terbukti melakukan kartel harga tiket di Indonesia.

Ini merupakan putusan dalam Perkara Nomor 15/KPPU-I/2019 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 5 dan Pasal 11 UU Nomor 5 Tahun 1999 terkait Jasa Angkutan Udara Niaga Berjadwal Penumpang Kelas Ekonomi Dalam Negeri.

Ke tujuh maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Wings Air, Sriwijaya Air, dan NAM Air. Dua maskapai terakhir tersangkut kasus kartel ini lantaran pada tahun lalu Garuda Indonesia sempat mengakuisisi kedua maskapai itu.


"KPPU memutuskan bahwa seluruh Terlapor secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran atas Pasal 5 dalam jasa angkutan udara tersebut," tulis KPPU dalam keterangannya, dikutip Rabu (24/6/2020).

Namun demikian, dalam rilis resmi yang dikeluarkan KPPU, seluruh maskapai ini tidak terbukti melanggar Pasal 11 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. 

Sebagai gantinya, KPPU menjatuhkan sanksi berupa perintah kepada ketujuh maskapai penerbangan ini untuk melakukan pemberitahuan secara tertulis kepada KPPU terhadap setiap kebijakan mereka yang akan berpengaruh terhadap peta persaingan usaha, harga tiket yang dibayar oleh konsumen, dan masyarakat sebelum kebijakan tersebut dilakukan.

Kasus ini bermula di tahun 2019 lalu saat KPPU melakukan penelitian inisiatif atas layanan jasa angkutan udara niaga berjadwal penumpang kelas ekonomi penerbangan dalam negeri di wilayah Indonesia.

KPPU menilai bahwa struktur pasar dalam industri angkutan udara niaga berjadwal adalah oligopoli ketat (tight oligopoly).

Hal ini mengingat bahwa kegiatan usaha angkutan udara niaga berjadwal di Indonesia terbagi dalam 3 (tiga) grup yaitu grup Garuda (Terlapor I dan Terlapor II), grup Sriwijaya (Terlapor III dan Terlapor IV), dan grup Lion (Terlapor V, Terlapor VI, dan Terlapor VII). Sehingga seluruh Terlapor dalam perkara ini menguasai lebih dari 95% (sembilan puluh lima persen) pangsa pasar penerbangan yang ada di Indonesia.



Komentar