BISNIS

Diduga Bird Strike, Sukhoi Superjet-100 Mendarat Darurat dengan Aman di Tyumen

Sabtu, 02 November 2019 13:26
Penulis : Beny Adrian
Diduga Bird Strike, Sukhoi Superjet-100 Mendarat Darurat dengan Aman di Tyumen

Pesawat SSJ100 milik Yamal Airlines. Sumber: wikipedia

Angkasa.news – Pesawat sipil Sukhoi Superjet 100 (SSJ100) milik maskapai Yamal yang dalam perjalanan dari Tyumen ke St. Petersburg di Rusia, terpaksa melakukan pendaratan darurat (1/11).


Pendaratan darurat di Bandara Roshchino di Tyumen, Siberia Barat yang merupakan bandara keberangkatan, dilakukan karena ada masalah pada mesin pesawat.

“Sukhoi Superjet 100 dari Yamal airlines meninggalkan Tyumen ke St. Petersburg. Salah satu mesin mendadak mati. Pesawat kemudian berputar-putar di atas bandara untuk menghabiskan bahan bakar sebelum mendarat. Ada 80 penumpang dan kru di dalam pesawat,” ungkap sumber seperti dikutip TASS.

Yamal Airlines adalah maskapai yang bermarkas di Salekhard, Yamalo-Nenets Autonomous Okrug, Rusia. Maskapai ini didirikan pada 1997.

Kejadian ini diduga karena pesawat bertabrakan dengan burung, yang mengenai bagian mesin sehingga mesin mati mendadak. Tabrakan dengan burung atau bride strike merupakan salah satu faktor yang menyebabkan jatuhnya pesawat.

Tidak ada penumpang yang membutuhkan bantuan. Piawainya pilot yang membawa pesawat menjadikan kejadian ini tidak berakibat fatal. Dengan ketenangannya, pilot berhasil membawa pesawat mendarat dengan selamat.

Bahkan ia pun mengantisipasi tidak terjadi kebakaran dengan terlebih dahulu menghabiskan bahan bakar (burn off fuel) di udara.

Pesawat SSJ100 ini dibuat pada April 2017.

Sukhoi Superjet 100 telah menghadapi sejumlah masalah terkait keselamatan terbang setelah salah satu pesawat melakukan pendaratan darurat di Moskow pada Mei 2019.

Kejadian fatal yang dialami Aeroflot Flight 1492 pada 5 Mei 2019 itu mengakibatkan kematian bagi 41 dari 78 penumpang.

Pesawat mendarat dengan tangki bahan bakar penuh, yang menyebabkan kebakaran dramatis pada saat pendaratan.

Kecelakaan fatal sebelumnya menimpa SSJ100 justru di Indonesia. Pada 9 Mei 2012, SSJ100 yang dalam demonstration tour di Indonesia, jatuh di Gunung Salak dan menewaskan kesemua 37 penumpang dan 8 kru pesawat.



Komentar