BISNIS

Diam-diam, Indonesia Pesan 32 F-16 Viper dari Amerika Serikat?

Selasa, 21 Mei 2019 16:00
Penulis : Aryo Nugroho
Diam-diam, Indonesia Pesan 32 F-16 Viper dari Amerika Serikat?

Imej pesawat tempur F-16 Viper dengan corak warna TNI AU. Sumber: Lockheed Martin

Angkasa.news - Asia Times (20/5/19) memberitakan bahwa Indonesia diam-diam sedang melakukan pendekatan kepada Amerika Serikat untuk membeli 32 unit jet tempur F-16 Viper dari Amerika AS, yang kurang lebih akan cukup untuk memperkuat 2 skadron udara tempur sergap.

Di satu sisi, pengadaan 32 jet tempur ini akan membantu memenuhi MEF (Minimum Essential Force) Tahap 2 yang digagas Kementerian Pertahanandan TNI, namun dalam waktu bersamaan menggambarkan keputusan pemerintah yang agak ‘out of character’ mengingat selama ini yang santer diberitakan adalah pengadaan jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia.

Namun pengadaan F-16 dalam jumlah besar tersebut tampaknya didorong oleh faktor Indonesia yang berupaya mempertahankan status GSP (Generalized Scheme of Preferences) dalam perdagangan dengan Amerika Serikat.

Status GSP adalah fasilitas yang diberikan oleh Amerika Serikat kepada negara mitra dagangnya. GSP sendiri memberikan pembebasan bea masuk yang diberikan dengan pertimbangan bahwa negara mitra AS tersebut kondisinya miskin dan terbelakang.

Sejauh ini, Indonesia menikmati GSP untuk 124 jenis komoditi. Dari dalam negeri AS, sudah banyak suara yang meminta agar Indonesia dicabut fasilitas GSP-nya karena dinilai RI sudah cukup maju, sementara itu terjadi defisit neraca perdagangan Indonesia dan AS yang timpang di sisi Paman Sam.

Indonesia sendiri tentu saja tidak bisa kehilangan nilai ekspor ke Amerika Serikat yang cukup besar.

Salah satu strategi yang diterapkan bisa dengan membeli jet tempur F-16, yang harganya cukup mahal namun tidak akan merusak perekonomian dalam negeri. Pun pengadaannya bisa dengan skema FMS (Foreign Military Sales) atau dengan commercial line.

 

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kesalahan nama, data, dan isi artikel sebagaimana tertera.



Komentar