BISNIS

Cegah Virus Corona, Maskapai dan Pengelola Bandara Ramai-Ramai Tutup Akses ke China

Kamis, 06 Februari 2020 17:00
Penulis : Remi
Cegah Virus Corona, Maskapai dan Pengelola Bandara Ramai-Ramai Tutup Akses ke China

Personel TNI AU dari Skadron Udara 33 menggunakan pakaian steril saat bersiap menerima kedatangan WNI dari Wuhan. Sumber: TNI AU

Angkasa.news - Setelah pada 5 Februari 2020 lalu Kementerian Perhubungan mengeluarkan larangan untuk penerbangan dari dan menuju China, maskapai di Indonesia berbondong-bondong membatalkan seluruh rencana penerbangan ke negeri Tirai Bambu itu.

Lion air misalnya. Maskapai yang memiliki 30 penerbangan setiap pekan ke berbagai daerah di China itu langsung menangguhkan seluruh rencana terbangnya hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Daniel Putut, Managing Director Lion Group menyatakan, pembatalan ini tentu akan diikuti dengan kerugian di perusahaannya. "Kami masih hitung potensi kerugiannya, kira-kira pembatalannya sampai kapan. Saat ini kami belum tahu angkanya," jelasnya di kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (5/2/2020).


Untuk menyiasati potensi kerugian itu, Lion Group akan menggunakan armada yang selama ini digunakan ke China untuk rute lainnya. Lion Group saat ini tengah mengkaji rute-rute ramai yang memang membutuhkan lebih banyak armada.

Senada dengan Daniel, Garuda Indonesia juga berencana untuk mengatur ulang rute domestik setelah seluruh menutup seluruh penerbangan ke Tiongkok. 

Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia mengatakan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan untuk pengalihan rute dan menambah frekuensi di beberapa rute domestik.

"Jadi pesawat kan banyak yang grounded. Selalu pilihannya ada dua, kita nambah rute lokal misalnya ke Surabaya, tapi tentu saja dengan izin Perhubungan," jelas Irfan.

Selain maskapai penerbangan, Angkasa Pura sebagai salah satu pengelola bandar udara di Indonesia juga telah menyatakan menutup seluruh bandar udara di bawah naungannya dari penerbangan China.

Saat ini ada 3 bandara di bawah Angkasa Pura I yang melayani penerbangan ke Tiongkok, yaitu Bandara Sam Ratulangi Manado (penerbangan charter), Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar (penerbangan reguler), dan Bandara Adi Sumarmo Solo (penerbangan charter). Total ada 158 penerbangan yang dilayani Angkasa Pura I tiap minggunya.

"Dalam kondisi ini, bandara Angkasa Pura I tetap mengutamakan aspek hospitality dalam melayani calon penumpang dengan penerbangan dari dan ke China, serta penumpang yang berkepentingan untuk reschedule tiket mereka ke China," kata Faik Fahmi, Direktur Utama Angkasa Pura I dalam keterangan resminya.

Penutupan ini di satu sisi memang direspon positif oleh masyarakat lantaran dianggap sebagai langkah pencegahan virus corona. Namun di sisi lain, penutupan ini juga berdampak negatif pada bisnis di industri penerbangan. 

Walau tidak menyebut besarannya, namun Lion Group dan Garuda Indonesia mengklaim berpotensi rugi yang lumayan besar.

 



Komentar