BISNIS

Bandara Hong Kong Batalkan 100 Penerbangan Saat Protes Berlangsung

Senin, 05 Agustus 2019 11:22
Penulis : Beny Adrian
Bandara Hong Kong Batalkan 100 Penerbangan Saat Protes Berlangsung

Demonstran anti ekstradisi gelar rapat umum di terminal kedatangan Bandara Internasional Hong Kong. Sumber: sbs.com.au

Angkasa.news - Bandara Internasional Hong Kong membatalkan lebih dari 100 penerbangan pada Senin (5/8) pagi.

“Keadaan potensial pada hari Senin, 5 Agustus dapat mempengaruhi operasi bandara. Otoritas Bandara menyarankan penumpang memeriksa penerbangan mereka untuk informasi penerbangan terbaru, dan melanjutkan ke bandara hanya ketika kursi dan waktu penerbangan mereka telah dikonfirmasi,” bunyi pernyataan dari otoritas penerbangan.

Namun pihak bandara belum memberikan rincian tentang alasan di balik pembatalan penerbangan massal.

Menurut AFP, seorang juru bicara bandara tidak memberikan alasan pembatalan tersebut, tetapi mengatakan penumpang harus memeriksa untuk melihat apakah penerbangan mereka akan berangkat.

Sabtu kemarin, polisi Hong Kong melaporkan bahwa pengunjuk rasa yang turun ke jalan untuk akhir pekan kesembilan secara berturut-turut untuk menuntut pemerintah menyerahkan sepenuhnya tagihan tentang ekstradisi ke daratan China, sangat mengganggu lalu lintas di kota.

Tak lama setelah itu, polisi mengatakan harus menembakkan gas air mata dalam upaya membatalkan pembakaran dan kerusuhan publik di dekat Kantor Polisi Tsim Sha Tsui.

Awal pekan ini, lebih dari 1.000 pemrotes berdesakan di bandara internasional. Mereka menyambut pengunjung ke Hong Kong dengan nyanyian anti-pemerintah dalam upaya meningkatkan kesadaran gerakan pro-demokrasi.

Demonstrasi meletus di Hong Kong pada awal Juni ketika pihak berwenang mempertimbangkan untuk mengadopsi undang-undang yang akan memungkinkan kota otonomi China mengekstradisi para tersangka ke yurisdiksi yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi, termasuk China daratan.

Ditekan oleh protes, pemerintah tanpa batas waktu menangguhkan RUU itu. Sementara Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengeluarkan permintaan maaf kepada publik.

Namun, para pengunjuk rasa masih menuntut penarikan penuh atas amandemen ekstradisi.

Menurut Reuters, otoritas lokal Hong Kong bersiap-siap menghadapi gangguan besar di sektor bisnis pada hari ini ketika pemogokan massal mengancam akan melumpuhkan bagian penting keuangan Asia.



Komentar