BISNIS

Amankan Kiriman Minyak, Jepang Kirim P-3C Orion dan Destroyer Takanami ke Timur Tengah

Minggu, 12 Januari 2020 16:00
Penulis : Beny Adrian
Amankan Kiriman Minyak, Jepang Kirim P-3C Orion dan Destroyer Takanami ke Timur Tengah

Jepang mengirim pesawat P-3C Orion ke Timur Tengah. Sumber: Kohei Sakai/asia.nikkei.com

Angkasa.news – Sejumlah negara menunjukkan keprihatinan mendalam terkait ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat saat ini. Sebagai antisipasi, Pasukan Bela Diri Maritim Jepang mengirimkan dua pesawat patroli P-3C Orion ke Timur Tengah (11/1).


Menurut informasi, P-3C dikirim untuk untuk mengumpulkan informasi guna memastikan keselamatan kapal yang melakukan perjalanan ke Jepang melalui jalur laut dekat Semenanjung Arab.

Bulan depan direncanakan Jepang juga akan mengirim kapal perang destroyer Takanami untuk mengamankan jalur laut.

P-3C meninggalkan markas MSDF di Prefektur Okinawa. Sementara destroyer yang dilengkapi helikopter akan memulai perjalanan pada 2 Februari.

Sementara negara-negara dunia mengurangi ketergantungan mereka pada minyak Timur Tengah, Jepang masih mengimpor 90% minyak mentahnya dari wilayah tersebut.

Menilai bahwa sangat diperlukan untuk mengamankan jalur yang aman bagi kapal-kapal yang membawa minyak pesanannya, pemerintah Jepang memutuskan misi tersebut meskipun ketegangan AS-Iran semakin tinggi.

“Tidak ada tanggapan negatif apa pun dari negara-negara terkait upaya Jepang,” kata Menteri Pertahanan Taro Kono di Naha, pangkalan Okinawa. "Kita bisa mengirim mereka dengan percaya diri."

Area operasi pesawat akan terbatas di Teluk Oman, Laut Arab utara dan Teluk Aden di timur Selat Bab al-Mandab, dekat Laut Merah.

Selat Hormuz yang menghadap Iran dan Teluk Persia telah dikecualikan, tetapi risiko terperangkap dalam situasi tak terduga tetap ada.

Kabinet menyetujui misi pada 27 Desember, setelah Perdana Menteri Shinzo Abe menjelaskan pengiriman kepada Presiden Iran Hassan Rouhani yang telah mengunjungi Jepang beberapa hari sebelumnya. Abe menekankan bahwa itu adalah kegiatan terpisah dari inisiatif keamanan maritim pimpinan AS untuk melindungi pengiriman di dekat Selat Hormuz.

Pada tahun baru, ketegangan meningkat ketika drone militer AS menewaskan komandan tertinggi Iran Mayjen Qassem Soleimani. Iran kemudian membalasnya dengan menyerang pangkalan militer AS di Irak.

Pesawat patroli P-3C akan mulai bekerja pada 20 Januari. Misi Orion akan memantau pergerakan kapal di wilayah ini dengan visual dan radar, dan menjangkaunya dengan komunikasi radio jika mencurigakan.

Pos Jepang di Djibouti Afrika Timur akan berfungsi sebagai pangkalan. Jarak jelajah P-3C adalah sekitar 6.700 km.

Kapal destoyer Takanami akan meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka pada 2 Februari dan mulai beroperasi di Timur Tengah akhir bulan itu juga.

Misi akan menjadi "penelitian dan studi" sebagaimana ditetapkan Undang-Unzdang Pembentukan Kementerian Pertahanan. Namun jika warga negara Jepang atau kapal terkait Jepang yang membawa kargo Jepang diserang, operasi akan dialihkan ke "Aksi Keamanan Maritim" di bawah UU Pasukan Bela Diri, memungkinkan lebih banyak langkah untuk perlindungan. Penggunaan senjata akan terbatas pada perlindungan kapal Jepang.



Komentar