BISNIS

Akhirnya, Qantas Pilih Airbus 350 untuk Project Sunrise

Selasa, 17 Desember 2019 13:30
Penulis : Remi
Akhirnya, Qantas Pilih Airbus 350 untuk Project Sunrise

Sumber: Qantas

Angkasa.news - Qantas menetapkan pilihan ke Airbus 350-1000 untuk menjadi armada dalam penerbangan jarak jauh dari Australia ke London dan New York, atau mereka menyebutnya dengan sebutan Project Sunrise. Keputusan ini memupuskan harapan Boeing yang menjagokan 777X untuk proyek tersebut. 

Menurut Qantas, pihaknya memilih Airbus A350-1000 lantaran mesinnya yang mereka anggap paling tangguh. "Pesawat ini menggunakan mesin Rolls Royce Trent XWB, yang memiliki catatan keandalan yang kuat setelah berada di maskapai kami selama lebih dari dua tahun," kata Qantas.

Untuk memenuhi permintaan rute jauh tersebut, Airbus akan menambah tangki bahan bakar dan sedikit meningkatkan kemampuan berat lepas landas maksimum untuk memberikan kinerja yang lebih baik.


Sebelumnya dikabarkan bahwa Project Sunrise terancam batal lantaran manajemen Qantas belum yakin jika rute superjauh itu akan memberikan laba bagi perusahaan. CEO Qantas Group, Alan Joyce, menjelaskan bahwa ia ingin melanjutkan penerbangan jarak jauh tersebut hanya jika menguntungkan bagi perusahaan.

“Antara hasil riset dengan apa yang telah kami pelajari dari dua tahun terbang Perth ke London, kami percaya diri untuk untuk melayani penerbangan New York dan London ke pantai timur Australia," ujarnya.

A350 sendiri memang sudah menjadi andalan beberapa maskapai dunia untuk melayani penerbangan jarak jauh mereka. Singapore Airlines misalnya. Maskapai itu mengoperasikan A350-900 untuk penerbangan hampir 19 jam dari Singapura ke New York.

Chief Commercial Officer Airbus Christian Scherer berterima kasih kepada Qantas atas pemilihannya dalam sebuah pernyataan, sementara seorang juru bicara Boeing mengatakan mereka kecewa dengan keputusan tersebut tetapi berharap untuk melanjutkan kemitraan jangka panjangnya dengan Qantas.

 



Komentar